Sejak 2026 · Cerpen edition
Cerpen pendek dari Jakarta yang sebenarnya.
Sebelas cerita pendek, 600-1000 kata. Lokasinya nyata, tokoh-tokohnya tidak. Setiap minggu satu cerpen — dibaca dalam empat menit, ditulis dalam beberapa hari.
Cerpen
78
Genre
6
Total kata
50.3K
Cerpen pilihan
Tiga Jam Empat Belas Kilometer
Empat orang, satu Avanza, satu lagu yang sama diputar enam kali sebelum kami sampai pintu tol Cawang.
Baca cerpen →
Semua cerpen
78 TULISAN
Kafe Specialty di Daerah Banjir
Kafe Earthen, Kemang Selatan, buka pukul tujuh pagi. Harga V60 Rp 75 ribu. Banjir setinggi 30 cm di gang sebelah. Pelanggan datang naik ojol dengan kaki diangkat.
Bos Bilang Kita Keluarga
Pak Devan, CEO agensi kreatif di SCBD, bilang ke tim di all-hands meeting: "Kita ini keluarga." Tiga hari kemudian, layoff 12 orang. WA grup keluarga sudah dimatikan.
Shift Malam di Tangcity
Pak Darto sudah sembilan tahun mengepel lantai Tangcity setelah mall tutup — dan pada satu shift malam yang seharusnya biasa saja, sebuah dompet yang tertinggal di kursi tunggu membuatnya berhadapan dengan pilihan yang lebih berat dari pikirannya.
Konferensi Anti-Kemiskinan di Ritz
Pak Bhayu hadiri Konferensi Internasional Eradikasi Kemiskinan di Ritz Carlton Mega Kuningan. Coffee break: pastry impor dari Perancis. Tema panel: pemberdayaan ekonomi kelas bawah.
Influencer Tinggal Sebulan di Kostan
Mbak Astri, lifestyle influencer 380 ribu followers, pindah sebulan ke kostan Rp 1.8 juta di Tebet untuk konten. Mandi pakai gayung, masak mie. Dokumentasinya pakai kamera 28 juta.
CEO Startup Donasi Foto
Pak Reno, CEO startup edtech valuasi 80 juta dolar, donasi 20 paket beras ke yayasan dhuafa di Setiabudi. Fotografer profesional ikut. Caption sudah disiapkan.
Penjual Lapor Pajak
Bu Lis, pemilik warung sembako di Pasar Jatinegara, antri di kantor pajak KPP Pratama Jakarta Timur untuk SPT Tahunan. Nomor antrian 87. Dia datang pukul tujuh.
Tukang Solder HP di Roxy
Pak Iman buka kios solder HP di lantai dasar Roxy Mas, Blok B Nomor 47. Sehari rata-rata enam servis. Layar Samsung, baterai iPhone, IC charger Vivo.
Mahasiswa Tidur di Mushola
Bagas, semester tujuh teknik mesin, tidur di mushola fakultas dari pukul satu malam. Bantalnya tas ransel. Selimutnya sajadah. Sidang skripsi besok pagi pukul sembilan.
Kue Putu di Lampu Kuningan
Pak Sukirman dorong gerobak kue putu dari Kuningan Barat ke Mega Kuningan setiap sore. Peluit uap yang kecil, bunyinya kalah dengan klakson mobil pejabat.
Magang Naik MRT Lebak Bulus
Tia, anak magang semester enam, naik MRT dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas pukul setengah delapan. Earphone Sennheiser KW. Earphone-nya cuma satu telinga yang jalan.
Warung Bu Ratih Naik ke Layar
Bu Ratih sudah dua belas tahun membuka warung kelontong di gang sempit di Curug, sampai sebuah minimarket berpendingin dingin dibuka di ujung jalan dan pelanggannya satu per satu menghilang. Ketika seorang pemuda menawarkan memindahkan warungnya ke layar telepon, dia tidak percaya sepetak toko kecilnya bisa muat di sana.
Kebersihan TransJakarta Halte Karet
Bu Sri, petugas kebersihan TransJakarta halte Karet, mengepel lantai pukul enam pagi. Bus 1 ke Blok M sudah lewat empat kali. Penumpang masih lewat.
Sopir Bajaj Subuh Cikini
Pak Ramli, sopir bajaj merah di pangkalan stasiun Cikini, mulai narik pukul empat subuh. Setoran sehari Rp 120 ribu. Kopi tubruk di warung Bu Limah Rp 4.000.
Kurir Paket di Tengah Hujan
Rudi, kurir paket 29 tahun, punya satu antaran terakhir sebelum jam sepuluh malam — sebuah kotak kecil ke gang sempit di Tebet, di tengah hujan yang tidak mau berhenti. Dia tidak tahu paket itu berisi apa, dan tidak tahu siapa yang menunggunya di ujung gang.
Tukang Bakso Live TikTok
Bang Toha, tukang bakso gerobakan Setiabudi, mulai live TikTok sejak tiga bulan lalu. Followers 47 ribu. Anak sulungnya yang kuliah komunikasi marah.
Hansip Tidur Sambil Berdiri
Pak Wirta, hansip kompleks Cipinang Indah, ketahuan tidur sambil berdiri di pos jaga pukul setengah tiga subuh. Pencurinya bingung, hansipnya juga.
Hilang Sandal di Resepsi
Pak Marno datang ke pernikahan keponakannya di Cinere pakai sandal Swallow merek lokal. Pulang dengan sandal yang sama, tapi salah kaki — kanan-kanan.
Ojol Hafal Lagu Tata Janeeta
Mas Yono, ojol di Tanjung Duren, mendengarkan playlist Tata Janeeta sejak 2008. Penumpangnya pagi ini perempuan dua puluhan yang mulai ikut bernyanyi.
Pernikahan Salah Tanggal
Reza datang ke pernikahan teman kantornya di gedung Ragunan. Dia menyetel jas, beli amplop. Resepsinya minggu depan, bukan hari ini.
Tetangga Aerobik Subuh
Pukul setengah lima pagi di Pondok Bambu, Bu Endang menyalakan speaker Bluetooth-nya. Senam jantung sehat versi tahun 1998. Tetangga sebelah, RT melapor.
Kucing Mengamuk di Cafe Kemang
Pukul tiga sore di kafe pet-friendly Kemang Raya, seekor kucing oranye bernama Bakwan menumpahkan matcha latte Rp 65.000 ke laptop Macbook Pro M3.
Reuni Pernikahan Tetangga
Bu Sumi datang ke resepsi anaknya Pak Yanto di gedung serbaguna Kebayoran. Dia tidak menyangka mantan suaminya juga diundang. Dia salaman lebih lama tiga detik dari semestinya.
Cinta Pertama di SMA Negeri
Pak Heru, 58 tahun, antar anaknya ke SMAN 6 Pondok Indah. Di parkiran, dia melihat seorang ibu yang dia kenal dari 1985.
Kawin Beda Kelas
Riko mengantarkan Lintang ke rumah orang tuanya di Menteng. Pagar setinggi tiga meter. Riko membawa lamaran. Ayah Lintang menanyakan plat mobil.
Pacar Diam Setelah Lebaran
Selama Lebaran, Dimas dan Salsa beda kota. Pulang ke Jakarta, mereka ketemu di Indomaret Cengkareng. Salsa cuma bilang "hai." Lalu beli pulpen.
Pesan WA Yang Tidak Terkirim
Rara mengetik pesan untuk Galang sejak pukul sebelas malam. Tiga draf. Semua dihapus. Yang keempat dia kirim ke nomor yang sudah diblokir tujuh bulan lalu.
Pertemuan Kedua di Sarinah
Dimas dan Sherly bertemu kedua kalinya di Sarinah, enam bulan setelah pertemuan pertama di pesta kantor teman. Dimas datang lima belas menit lebih awal. Sherly datang tepat waktu.
Ibu Warung Nasi Manggarai
Ibu Siti sudah 22 tahun memasak di sudut Manggarai yang terus berubah — dan satu-satunya hal yang tidak berubah adalah jawaban yang belum pernah dia kirim ke putrinya.
Pacar Pindah ke Bali
Karin memberitahu Reza di kafe Cipete pukul tujuh malam: dia diterima kerja di Bali, mulai bulan depan. Reza menghabiskan kopinya. Dia tidak menanyakan apa-apa.
Tetangga Meninggal di Kostan
Pak Marwan, penjaga kos di Tanah Abang, mendobrak kamar nomor 12 pukul setengah sebelas pagi. Penghuninya, Pak Heri, sudah tiga hari tidak keluar kamar.
Anak Drop Out Kuliah
Bagas memberitahu ibunya lewat WA bahwa dia drop out semester lima. Dia mengetik selama empat jam. Pesan akhirnya: "Bu, aku DO. Maaf."
Mantan di Acara Kondangan
Reni datang ke kondangan teman kuliahnya di Cikini pukul setengah delapan malam. Di pintu masuk, dia bertemu mantannya — Faisal, lima tahun tidak ketemu.
Suami Pulang Tengah Malam
Sinta menunggu suaminya, Bayu, pulang dari kantor pukul satu pagi. Hari ke-12 berturut-turut. Dia tidak menanyakan apa-apa lagi.
Bapak Lupa Nama Saya
Pak Sumardi, 71 tahun, lupa nama anak kandungnya hari Selasa siang. Anaknya, Bowo, 42 tahun, datang menjenguk seperti biasa. Tapi Pak Sumardi memanggilnya "Mas".
Ibu Kena Stroke di Pintu Tol
Pukul tiga pagi, Anggi mendapat telepon. Ibunya pingsan di mobil di pintu tol Cikampek. Anggi menjemput dari Bekasi. Dia tidak tahu nama dokter yang akan dia tanyakan.
Adik Hilang Kontak Sebulan
Aldi, 22 tahun, tidak membalas WA kakaknya selama 31 hari. Story IG-nya tetap aktif. Lokasinya: tidak diketahui.
Anak Pulang Setelah Demo
Pak Hartono menunggu di teras kontrakan Salemba pukul setengah dua belas malam. Anaknya, Adit, belum pulang dari demo. WA terakhir: "Pak, aman."
Fotografer Jalanan Blok M
Mas Fajar, 34 tahun, mantan fotografer agensi periklanan, kini memotret jalanan Blok M setiap hari. Sore itu, majalah Jepang beli satu fotonya seharga Rp 2,5 juta — dan dia belum tahu harus cerita apa ke istrinya.
Reels Politik Capres
Sari, content creator 24 tahun, dibayar 5 juta untuk satu Reels endorsement capres. Dia menerima brief. Dia membuat video. Dia mematikan komentar setelah posting.
Pak RT Jadi Tim Sukses
Pak Solihin, RT 04 Tanah Tinggi, dipanggil rapat tim sukses caleg dapil tiga. Honor: dua juta sebulan. Dia menerima, lalu pulang dengan rasa tidak enak yang dia tidak ceritakan ke istrinya.
Reuni Pendukung di Mall
Komunitas Pendukung Pak Wibowo mengadakan reuni di food court Senayan City. 47 orang datang. Pak Wibowo, capres yang kalah dua tahun lalu, kirim video sambutan.
Mobil Komando Lewat Bintaro
Mobil komando lewat depan rumah Maya pukul sembilan pagi hari Minggu. Pengeras suara meneriakkan nama caleg yang Maya tidak kenal. Anak Maya baru tidur jam tujuh tadi.
Survei Lewat WhatsApp
Dimas, mahasiswa semester lima, dapat WA dari nomor tidak dikenal. Pesan blast: "Pilih siapa di pemilu mendatang?" dengan empat opsi tombol. Dia membalas. Hari itu juga, follower IG-nya naik 200.
Wawancara Caleg Muda
Niko, 26 tahun, caleg termuda dapil sembilan, diwawancara podcast politik di kafe Cilandak. Mic mengkilap. Kamera Sony A7. Niko menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sudah dia hafalkan dua minggu.
Spanduk Wagub di Pasar Minggu
Spanduk Wakil Gubernur dipasang di atas kios buah Bang Edi di Pasar Minggu. Dipasang malam-malam, tanpa izin. Bang Edi tahu pagi-pagi waktu buka kios.
Reklame LED Capres di Sudirman
Pukul setengah delapan malam, Bagas terjebak macet di Sudirman. Di atas mobilnya, reklame LED 30 meter menyala. Wajah capres tersenyum, lalu wajah capres yang lain tersenyum.
Caleg Bertemu Karang Taruna
Bu Indriana, caleg nomor urut tiga, datang ke pertemuan Karang Taruna RW 05 Tebet. Dia membawa donat 50 boks. Anak-anak Karang Taruna lebih tertarik donat.
KPPS Subuh di Kebon Jeruk
Pak Hambari, ketua KPPS TPS 22 Kebon Jeruk, bangun pukul tiga subuh. Dia menyalakan kompor. Dia menyetrika kemejanya. Pemilu hari ini.
DPR Bagi Bingkisan Banjir
Pak Suryadi, anggota DPR, datang ke Kampung Melayu dua hari setelah banjir. Bawa 300 bingkisan. Wartawan datang. Air masih setinggi betis.
Halte Manggarai, Sore
Kami pacaran dua tahun di Manggarai. Sekarang dia tinggal di Bogor, saya di Bekasi, dan kami janjian tiap Jumat di peron yang sama.
Saksi TPS Bayaran
Yudi diberi amplop berisi 150 ribu untuk jadi saksi caleg di TPS 14 Cipayung. Dia datang pukul enam pagi. Dia pulang pukul sembilan malam dengan amplop yang sama, masih tertutup.
Demo BBM di Patung Kuda
Reza ikut demo BBM hari Selasa siang. Dia bawa air mineral, masker, dan satu spanduk yang ditulis tangan. Pukul empat sore dia dapat WA dari atasannya.
KRL Pertama Pulang Kampung
Pulang lebaran sendirian tahun ini. Tiket kereta jam empat pagi. Tas hijau berat. Tetangga kos belum bangun untuk pamit.
Janji Pavement RT 03
Pak Darmadi datang ke RT 03 Pegangsaan dengan janji satu: paving block. Tiga tahun kemudian, paving block belum ada. Pak Darmadi sudah jadi anggota dewan.
Tukang Pijat Tunanetra Depan Rumah Sakit
Pak Karim sudah dua puluh dua tahun pijat di trotoar depan RSCM. Pasiennya sebagian keluarga pasien rumah sakit yang menunggu.
Baliho Caleg di Pintu Air
Wajah Pak Hendarman, caleg dapil dua, menggantung di atas Pintu Air Manggarai. Banjir sudah surut tiga hari, balihonya masih basah.
Drama Tunggu Klinik Gigi
Antrian ke-empat di klinik gigi murah Cikini. Tiga orang sebelum saya, semua sakit gigi yang lebih parah dari saya.
Pom Bensin Karawaci, Pukul Sepuluh Malam
Hujan deras. Banjir di tol Tangerang. Saya terjebak di pom bensin Karawaci dengan dua orang asing yang juga tidak bisa pulang.
Kafe Anjing di Cipete
Empat anjing besar berkeliaran di kafe. Pelanggannya yang sama setiap minggu — semua tahu nama anjing satu sama lain lebih dari nama pelanggannya.
PT Janji Manis Sudirman
HR ngomong dalam bahasa Inggris yang kaku, sambil ngenalin saya ke 'family' yang baru ketemu hari itu. Onboarding di startup yang lebih besar dari yang dipikir.
Roti Bakar Pukul 11 Malam
Saya datang ke gerobak roti bakar Mas Iwan setiap malam selama enam bulan. Saya tidak tahu kapan saya jatuh cinta — mungkin di malam ke-empat puluh dua.
Anggota DPR Lewat Gang
Pak Hambali, anggota DPR kami, datang ke gang Tanjung Priok. Bagi-bagi sembako. Wartawan mengikuti. Anak-anak diberi instruksi tertawa.
Kedai Pak Wahid
Pak Wahid sudah lima puluh tahun seduh kopi dengan cara yang sama. Anaknya pulang dari Belanda untuk mengubah segalanya.
Sate Sabang, Pukul Sebelas Malam
Kami janjian di Sabang setiap Jumat malam selama tiga tahun. Sampai Jumat dia tidak datang, dan tidak pernah datang lagi.
Hari Pertama Sekolah Anak Pertama
Bu Sari mengantar anak pertamanya ke SD. Tujuh tahun sudah dia tunggu hari ini. Hari ini, justru, dia ingin waktu berhenti.
Pukul Tiga Pagi, Air Sudah Sampai Lutut
Ibu Surti pertama kali kenal Bu Erni saat banjir 2020. Sekarang mereka saling pinjam dapur tiap hari, banjir atau tidak.
Tukang Sayur Pikulan Kompleks
Pak Min sudah tiga puluh tahun memikul sayuran masuk kompleks Cilandak. Anaknya kuliah di Bandung. Anak itu tidak tahu bapaknya masih jualan.
Pelanggan Aplikasi Marah
Pak Yusuf, driver Grab 5 tahun, akhirnya bertemu pelanggan yang complain karena dia tidak punya keset masker di mobilnya.
Bulan Pertama di Tebet
Hari kesepuluh kos di Tebet, dia menyadari pintu kamarnya tidak bisa dikunci dari dalam dengan sempurna.
Pegawai Bank Pensiun
Pak Hardjono 65 tahun, pensiun setelah 38 tahun di bank. Hari pertama tanpa kantor, dia datang ke kantornya untuk minta cap kartu identitas. Tidak diizinkan.
Kafe yang Sudah Tutup Tahun Lalu
Mereka janjian di kafe Kemang yang sudah tutup setahun lalu. Dia tetap datang. Begitu juga si mantan.
Lantai Empat Belas, Pukul Tujuh Malam
Andi sudah dua minggu tidak ke kantor. Dia tetap berangkat setiap pagi, tetap pulang setiap malam, tetap menerima gaji.
Pukul Empat di Pasar Senen
Bu Mar sudah tiga puluh dua tahun jualan sayur di Pasar Senen. Pagi ini dia bertemu cucunya yang sudah lima tahun tidak pernah datang.
Reuni di Cafe Batavia
Sepuluh tahun setelah lulus SMA, mereka bertemu di Cafe Batavia. Yang berubah bukan hanya wajah.
Kilometer 47 Tol Cikampek
H-2 Lebaran, kami terjebak di kilometer 47 selama lima jam. Yang mengganggu bukan macetnya — anak saya bertanya tentang ayahnya.
Single-Origin di SCBD
Bayu membayar Rp 78.000 untuk kopi yang katanya 'notes blueberry'. Dia tidak bisa membedakan kopi itu dari kopi sachet jam tiga sore.