GoFood Pertama Tablet Baru
20 Agustus 2026 · 512 kata
Tablet itu datang lewat JNE, Selasa siang, dibungkus bubble wrap tiga lapis dan kotak cokelat bertulisan tangan: buat Reva, jangan dipakai buat nonton drama mulu ya. Tulisan suaminya. Dito kirim dari Singapura.
Reva membukanya di meja makan, sambil Kenzie tidur siang di kamar. Tablet Samsung A9+, layar sembilan inci, cover warna hijau tua. Dito sudah install beberapa aplikasi sebelum dikirim — Netflix, Google Maps, dan GoFood.
Biar gampang, nanti kalau mau pesan makan tinggal klik aja, tulisnya di WA setelah Reva kirim foto unboxing.
Reva membalas: iya makasih sayang. Lalu menaruh tablet di meja dan balik ke dapur.
Dua hari kemudian, Jumat sore, asisten rumah tangga Reva — Mbak Tini — izin pulang lebih awal karena kondangan keponakan di Pasar Kemis. Suami masih di Singapura sampai Minggu. Kenzie rewel sejak jam tiga, minta makan tapi nolak nasi.
Reva membuka kulkas. Sisa opor dari kemarin. Kenzie pasti nolak.
Dia ambil tablet dari meja.
GoFood sudah terbuka — Dito memang sudah login pakai akunnya sendiri. Reva menggeser layar. Kolom pencarian. Dia ketik: ayam.
Muncul terlalu banyak pilihan. Reva zoom in. Ada Geprek Bensu di ruko Alam Sutera Boulevard, rating 4.7, 2,1 km. Ada Sabana Fried Chicken, lebih dekat. Ada yang namanya Mama Suka Ayam — Reva hampir ketawa.
Dia pilih Geprek Bensu. Tambah nasi. Tambah es teh untuk dirinya sendiri.
Lalu muncul halaman pembayaran.
Reva berhenti.
Metode bayar: GoPay. Saldo nol. Di bawahnya ada opsi kartu kredit — kartu Dito. Reva tahu nomor kartu itu ada di dompet Dito, bukan di sini.
Dia pencet tambah metode pembayaran. Muncul pilihan: transfer bank, kartu debit, QRIS. Reva buka dompetnya. Kartu BCA. Dia ketik nomor kartu pelan-pelan, angka demi angka, sambil memegangi kartu dengan satu tangan.
Tanggal kadaluarsa: 03/28. CVV: tiga digit belakang.
Verifikasi OTP dikirim ke nomor 08xx-xxxx-xx72.
HP Reva bunyi. Kode enam digit. Dia ketik.
Pembayaran berhasil. Estimasi tiba: 25-35 menit.
Reva taruh tablet di meja. Kenzie muncul dari kamar, rambut acak-acakan habis tidur.
“Mama pesan apa?”
“Ayam geprek.”
“Kenzie mau yang gak pedes ya.”
“Iya, tadi Mama pilih yang original.”
Kenzie duduk di kursi, memeluk boneka beruangnya. Reva duduk di sebelahnya. Di luar jendela, langit Alam Sutera mulai jingga — dari sini kelihatan atap klaster sebelah dan ujung gedung Flavor Bliss yang tertutup sebagian pohon.
Dua puluh delapan menit kemudian, bel berbunyi. Driver GoFood, helm hijau, tas termal hitam.
Reva membuka pintu. Menerima dua bungkus.
Tidak ada yang spektakuler. Tapi dia yang buka pintunya. Dia yang bayar. Dia yang tadi tidak tanya Dito dulu.