Genre
Drama
Cerpen tentang ketegangan emosi tanpa harus heboh. Karakter yang mendekam dengan situasi, dengan kota, dengan orang-orang di sekitarnya.
27 cerpen
Tangerang Sudah Jadi Rumah
Rendi, 34 tahun, merantau dari Lampung dan tiga belas tahun tinggal di Ciledug. Waktu ibunya menelepon untuk Lebaran, dia bilang tidak pulang — bukan karena tiket mahal, bukan karena cuti tidak ada, tapi karena dia sudah tidak tahu lagi di mana 'pulang' itu sebenarnya.
Gaji Pertama Transfer ke Ciputat
Raka, 21 tahun, mahasiswa sambil kerja paruh waktu di Ciputat, menerima gaji pertamanya dan menghadapi pertanyaan yang tidak pernah dia siapkan: berapa yang harus dikirim ke rumah, dan berapa yang boleh dia simpan untuk dirinya sendiri.
Hari Terakhir Angkot 03
Pak Hendra sudah tiga puluh tahun memutar setir di rute Karawaci–Cimone. Hari ini pemerintah resmi menarik izin trayek. Dia tidak mau buru-buru pulang — tapi dia juga tidak tahu mau ke mana lagi.
Cucu yang Tidak Dikenal
Mbah Siti sudah enam puluh delapan tahun, tinggal di gang belakang Pasar Ciledug, dan hafal suara langkah kaki semua cucunya. Tapi cucu sulungnya — Raka, dua puluh satu tahun — mulai terasa seperti orang asing yang kebetulan menumpang makan siang.
GoFood Pertama Tablet Baru
Reva, 32 tahun, ibu satu anak di Alam Sutera, baru terima tablet dari suaminya yang kerja di Singapura. Sore itu ia coba pertama kali order GoFood sendiri — dan menemukan betapa jauh jarak bisa terasa dari sebuah layar sembilan inci.
Libur Tujuhbelas Agustus Pertama
Rudi, 34 tahun, operator mesin di pabrik garmen Cisauk, mendapat libur 17 Agustus untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Dia tidak tahu harus melakukan apa dengan waktu itu.
Bendera Pertama Sejak Ditinggal
Sri, 52 tahun, belum pernah memasang bendera sendiri sejak suaminya meninggal tiga tahun lalu. Pagi 17 Agustus itu, tiang besi di depan rumah Cipondoh berdiri kosong — dan Sri berdiri di depannya, memegang lipatan merah putih yang terakhir kali disentuh Mas Harto.
Angkot Terakhir Tanpa Ongkos
Rama dan perempuan yang tidak dia kenal naik angkot terakhir dari Ciputat ke arah Pamulang malam itu — dan keduanya baru sadar di tengah jalan bahwa dompet mereka kosong. Tidak ada pilihan lain kecuali jujur kepada sopir yang sudah tua dan sudah lelah.
Satpam yang Tahu Terlalu Banyak
Hendra sudah tiga tahun jaga malam di Cluster Mahoni, Lippo Karawaci. Dia hafal plat mobil semua penghuni, tahu siapa pulang jam berapa — tapi ada satu malam yang harusnya tidak dia ingat.
Koran Terakhir di Karawaci
Pak Darsono sudah tiga puluh tahun berjualan koran di pertigaan Karawaci, tapi sejak berita pindah ke layar HP, pelanggannya satu per satu menghilang. Pagi ini hanya tersisa tiga eksemplar yang belum terjual, dan hari sudah hampir siang.
Warung Ibu, Suami Sakit
Sri menjalankan warung nasi di gang belakang Pasar Ciledug sendirian sejak suaminya masuk rumah sakit tiga minggu lalu. Setiap pagi dia memasak untuk dua puluh porsi, dan setiap malam dia menghitung apakah hari ini cukup.
Tetangga Meninggal di Kostan
Pak Marwan, penjaga kos di Tanah Abang, mendobrak kamar nomor 12 pukul setengah sebelas pagi. Penghuninya, Pak Heri, sudah tiga hari tidak keluar kamar.
Anak Drop Out Kuliah
Bagas memberitahu ibunya lewat WA bahwa dia drop out semester lima. Dia mengetik selama empat jam. Pesan akhirnya: "Bu, aku DO. Maaf."
Mantan di Acara Kondangan
Reni datang ke kondangan teman kuliahnya di Cikini pukul setengah delapan malam. Di pintu masuk, dia bertemu mantannya — Faisal, lima tahun tidak ketemu.
Suami Pulang Tengah Malam
Sinta menunggu suaminya, Bayu, pulang dari kantor pukul satu pagi. Hari ke-12 berturut-turut. Dia tidak menanyakan apa-apa lagi.
Bapak Lupa Nama Saya
Pak Sumardi, 71 tahun, lupa nama anak kandungnya hari Selasa siang. Anaknya, Bowo, 42 tahun, datang menjenguk seperti biasa. Tapi Pak Sumardi memanggilnya "Mas".
Ibu Kena Stroke di Pintu Tol
Pukul tiga pagi, Anggi mendapat telepon. Ibunya pingsan di mobil di pintu tol Cikampek. Anggi menjemput dari Bekasi. Dia tidak tahu nama dokter yang akan dia tanyakan.
Adik Hilang Kontak Sebulan
Aldi, 22 tahun, tidak membalas WA kakaknya selama 31 hari. Story IG-nya tetap aktif. Lokasinya: tidak diketahui.
Anak Pulang Setelah Demo
Pak Hartono menunggu di teras kontrakan Salemba pukul setengah dua belas malam. Anaknya, Adit, belum pulang dari demo. WA terakhir: "Pak, aman."
KRL Pertama Pulang Kampung
Pulang lebaran sendirian tahun ini. Tiket kereta jam empat pagi. Tas hijau berat. Tetangga kos belum bangun untuk pamit.
Pom Bensin Karawaci, Pukul Sepuluh Malam
Hujan deras. Banjir di tol Tangerang. Saya terjebak di pom bensin Karawaci dengan dua orang asing yang juga tidak bisa pulang.
Hari Pertama Sekolah Anak Pertama
Bu Sari mengantar anak pertamanya ke SD. Tujuh tahun sudah dia tunggu hari ini. Hari ini, justru, dia ingin waktu berhenti.
Pukul Tiga Pagi, Air Sudah Sampai Lutut
Ibu Surti pertama kali kenal Bu Erni saat banjir 2020. Sekarang mereka saling pinjam dapur tiap hari, banjir atau tidak.
Bulan Pertama di Tebet
Hari kesepuluh kos di Tebet, dia menyadari pintu kamarnya tidak bisa dikunci dari dalam dengan sempurna.
Pegawai Bank Pensiun
Pak Hardjono 65 tahun, pensiun setelah 38 tahun di bank. Hari pertama tanpa kantor, dia datang ke kantornya untuk minta cap kartu identitas. Tidak diizinkan.
Lantai Empat Belas, Pukul Tujuh Malam
Andi sudah dua minggu tidak ke kantor. Dia tetap berangkat setiap pagi, tetap pulang setiap malam, tetap menerima gaji.
Reuni di Cafe Batavia
Sepuluh tahun setelah lulus SMA, mereka bertemu di Cafe Batavia. Yang berubah bukan hanya wajah.