← Kembali

Drama · Ciputat · 3 menit

Gaji Pertama Transfer ke Ciputat

Raka menerima notifikasi BCA pukul sembilan malam, Kamis. Transfer masuk: Rp 1.450.000.

Dia membaca ulang angkanya dua kali. Gaji paruh waktu pertama. Tiga minggu jaga kasir di minimarket Jalan Otista Raya, Ciputat — dekat perempatan arah kampus. Shift sore, empat jam per hari, enam hari seminggu.

Dia berbaring di kasur kos kamar 3x3 di gang belakang Jalan Dewi Sartika. Kipas angin meja menghadap ke langit-langit. Di luar, suara motor keluar dari warung bakso yang buka sampai tengah malam.

Dia buka WhatsApp. Chat teratas: Ibu.

Tidak ada pesan baru dari Ibu sejak tiga hari lalu. Ibu cuma kirim foto: singkong rebus dari kebun belakang, dan satu pesan pendek — makan yang bener ya ka, jangan irit-irit.

Raka menutup HP. Dia menatap langit-langit.


Dia tidak pernah bicara soal uang secara langsung dengan orang tuanya. Bapak kerja serabutan di Ciputat juga — kadang kuli bangunan, kadang bantu bongkar barang di pasar Jombang. Ibu jaga warung sembako kecil di depan rumah mereka di Pondok Aren. Adik masih SMP.

Raka kuliah Manajemen di Unpam — biaya sendiri, beasiswa parsial. Semester tiga. Uang kos dia bayar dari KIP Kuliah, tapi sering kurang di ujung bulan.

Sekarang dia punya Rp 1.450.000 di rekening.

Dia buka kalkulator. Dia ketik: 1.450.000.

Lalu dia diam. Dia tidak tahu mau kurangi berapa.


Pukul setengah sepuluh, dia buka m-Banking. Dia pilih transfer. Nomor rekening Ibu — BRI — sudah tersimpan. Dia pernah bantu Ibu buka rekening itu dua tahun lalu supaya lebih gampang terima transferan dari kakak Bapak di Cirebon.

Dia ketik: 500.000.

Dia hapus. Ketik: 300.000.

Dia hapus lagi. Ketik: 400.000.

Dia tahan jarinya di tombol lanjut. Empat ratus ribu. Dia hitung sisa: satu juta lima puluh ribu. Kos bulan ini belum lunas — kurang tiga ratus. Makan sebulan paling irit sekitar empat ratus. Sisanya untuk ongkos dan keperluan kampus.

Angkanya tipis. Tapi Rp 400.000 ke Ibu juga kecil.

Dia ubah lagi: 500.000. Dia tekan lanjut sebelum sempat berpikir lagi.

Transfer berhasil. Rp 500.000 ke Siti Rahayu.

Dia letakkan HP.


Semenit kemudian, HP bergetar.

Ka, ini transferan dari siapa?

Raka mengetik: Dari Raka Bu. Gajian.

Tiga titik muncul. Hilang. Muncul lagi.

Kamu udah kerja?

Iya Bu. Udah tiga minggu. Minimarket deket kampus.

Titik-titik itu berhenti cukup lama.

Makasih ya Ka. Buat adik beli buku.

Raka membalas: Iya Bu.

Dia tutup HP. Di luar, warung bakso masih ramai. Seseorang tertawa keras. Motor lewat. Kipas angin masih menghadap langit-langit.

Raka memejamkan mata. Dia tidak merasa hebat. Dia tidak merasa sedih juga. Dia cuma merasa seperti ada sesuatu yang sudah selesai — sesuatu yang kecil, tapi tidak bisa diulang.


— Ciputat, 28 Agustus 2026

Ditulis oleh Bagus Pramudita

← Semua cerpen Genre Drama →