← Kembali

Satire · Tebet · 3 menit

Influencer Tinggal Sebulan di Kostan

Mbak Astri, 26 tahun, lifestyle influencer dengan 380.000 followers Instagram dan 1.2 juta TikTok. Pindah sebulan ke kostan di Tebet Timur untuk content series.

Kostan: Pondok Bunga, Tebet Timur Dalam 4. Rp 1.8 juta per bulan, termasuk listrik. Kamar 3x4 meter, kasur single, lemari plastik, kipas angin tembok, kamar mandi di luar (sharing untuk tiga kamar).

Astri datang Senin pagi dengan koper Tumi besar berisi: baju, makeup, ring light, tripod, dua kamera (Sony FX3 + Canon R6), tiga lensa, laptop MacBook Pro 16-inci, dan satu kotak printer photo Polaroid Instax mini.


Episode 1 di Instagram Reels: “Hari Pertama di Kostan 1.8 Juta. Bisa Survive?”

Astri syuting dirinya menyusun lemari plastik. Dia menatap kamar dengan ekspresi terkejut yang sengaja dilebih-lebihkan — alis naik, mulut sedikit terbuka. Tone vokalnya, “Guys, kalian tahu nggak, di Jakarta ada kostan yang harganya cuma 1.8 juta? Saya selama ini hidup di apartemen 12 juta. Ini… ini bener-bener journey buat saya.”

Caption Reels: “30 Hari Hidup Sederhana di Tebet. Day 1. Bismillah.”

Views episode 1: 2.3 juta. Komentar 18 ribu. Saving 47 ribu.


Episode 2 (Day 2): Astri mandi pakai gayung, syuting dari pintu kamar mandi. Voice-over: “Guys, kalian percaya nggak, saya udah lima tahun ini gak pernah mandi pakai gayung. Ini… ada feel-nya yang unik.”

Komentar: “Mbak, gayung tuh hidup mayoritas Indonesia.”

Astri tidak balas komentar itu.


Episode 3 (Day 3): Astri masak indomie pakai kompor portable yang dia bawa sendiri dari apartemennya — kompor Iwatani, bukan kompor kos. Voice-over: “Hidup sederhana itu masak indomie sendiri. Saya jadi inget masa kuliah dulu.”

Mbak Astri tidak pernah kuliah masak indomie. Dia kuliah di Australia dengan beasiswa keluarganya. Tapi episode ini view 1.8 juta.


Episode 4 (Day 4): Tetangga kostan, Mbak Ipah — 32 tahun, kerja di pabrik kosmetik di Cakung — datang ke pintu Astri.

“Mbak Astri ya? Ibu kost bilang Mbak content creator.”

“Iya, Mbak.”

“Mbak, kamar mandi sharing ya. Mbak tadi pagi pakai dua jam.”

“Oh, saya lagi syuting, Mbak. Sorry ya.”

“Saya berangkat kerja jam 6 pagi. Mbak bisa pakainya yang lebih cepat?”

“Iya iya, sorry.”

Mbak Ipah tidak masuk dalam Episode 4. Astri tidak syuting bagian ini.


Episode 5 (Day 5): View turun ke 700 ribu.

Episode 6 (Day 6): 420 ribu.

Episode 7 (Day 7): 180 ribu.

Manajer Astri kirim DM: Tris, viewership turun cepet. Coba ganti angle. Bisa coba nginep di rumah orang yang lebih ekstrem? Atau collab brand?

Astri balas: Manajer, gw udah capek di sini. Wifi lemot. Mandi sharing. Bisa pulang gak?

Manajer balas: Gak. Series 30 hari. Lo udah commit ke brand sponsor (Bukalapak). Tetap di sana.


Day 12: Astri pulang ke apartemennya di Kuningan diam-diam. Dia bilang ke ibu kos, “Mbak, saya ada urusan kerja di luar kota, kalau ada yang nanyain saya, bilang aja saya lagi syuting.”

Ibu kos mengangguk. Astri kasih amplop Rp 200 ribu. Ibu kos memasukkan ke kantong daster.

Astri pulang ke apartemen. Mandi air panas. Tidur di King Koil. Beralarm pukul tujuh besok untuk syuting Day 13 — fake setup, dia bawa baju kos dan ring light ke Tebet, syuting empat episode sekaligus dalam satu hari, lalu pulang lagi.


Day 30: Astri post Episode Final. “30 Days Done. Saya Belajar Banyak.”

Caption: “Tinggal di kostan 1.8 juta sebulan mengajarkan saya tentang gratitude. Kita yang punya banyak harus inget mereka yang sedikit.”

View: 290 ribu. Komentar: 8.2 ribu. Banyak yang positive. Beberapa yang kritis:

Mbak, gw tetangga lo di Pondok Bunga. Lo cuma ada di kos 8 hari dari 30. Sisanya lo balik ke apartemen.

Komentar itu dihapus admin Astri dalam 11 menit.


— Tebet, 16 Juli 2026

Ditulis oleh Bagus Pramudita

← Semua cerpen Genre Satire →