Genre
Satire
Mengkritik dengan tertawa. Tentang kelas, gentrifikasi, atau pekerja kantoran SCBD yang lupa tinggal di kota apa.
8 cerpen
Kafe Specialty di Daerah Banjir
Kafe Earthen, Kemang Selatan, buka pukul tujuh pagi. Harga V60 Rp 75 ribu. Banjir setinggi 30 cm di gang sebelah. Pelanggan datang naik ojol dengan kaki diangkat.
Bos Bilang Kita Keluarga
Pak Devan, CEO agensi kreatif di SCBD, bilang ke tim di all-hands meeting: "Kita ini keluarga." Tiga hari kemudian, layoff 12 orang. WA grup keluarga sudah dimatikan.
Konferensi Anti-Kemiskinan di Ritz
Pak Bhayu hadiri Konferensi Internasional Eradikasi Kemiskinan di Ritz Carlton Mega Kuningan. Coffee break: pastry impor dari Perancis. Tema panel: pemberdayaan ekonomi kelas bawah.
Influencer Tinggal Sebulan di Kostan
Mbak Astri, lifestyle influencer 380 ribu followers, pindah sebulan ke kostan Rp 1.8 juta di Tebet untuk konten. Mandi pakai gayung, masak mie. Dokumentasinya pakai kamera 28 juta.
CEO Startup Donasi Foto
Pak Reno, CEO startup edtech valuasi 80 juta dolar, donasi 20 paket beras ke yayasan dhuafa di Setiabudi. Fotografer profesional ikut. Caption sudah disiapkan.
PT Janji Manis Sudirman
HR ngomong dalam bahasa Inggris yang kaku, sambil ngenalin saya ke 'family' yang baru ketemu hari itu. Onboarding di startup yang lebih besar dari yang dipikir.
Anggota DPR Lewat Gang
Pak Hambali, anggota DPR kami, datang ke gang Tanjung Priok. Bagi-bagi sembako. Wartawan mengikuti. Anak-anak diberi instruksi tertawa.
Single-Origin di SCBD
Bayu membayar Rp 78.000 untuk kopi yang katanya 'notes blueberry'. Dia tidak bisa membedakan kopi itu dari kopi sachet jam tiga sore.