← Kembali

Politik · Cipete · 3 menit

Reels Politik Capres

Brief masuk ke email Sari hari Selasa siang. Subject: Kolaborasi Konten Politik - Tim Capres B.

Isinya: 60 detik Reels Instagram, format soft-sell, tone “anak muda santai”, harus menyebut tiga keyword (pemuda, masa depan, bersama), tidak boleh menyebut lawan politik. Fee Rp 5.000.000. Pembayaran 50% di muka, 50% setelah upload.

Sari membaca brief itu di sofa kos lamanya di Pejaten. Dia membaca dua kali. Lalu dia membalas: Terima brief. Bisa kirim contract draftnya?


Sari, 24 tahun, content creator skincare. Followers IG 48 ribu, TikTok 31 ribu. Pekerjaan: review produk, tutorial makeup, sesekali endorsement.

Endorsement politik baru pertama kali.

Dia tahu kenapa. Tim kampanye sedang cari “creator non-politik” — orang dengan followers yang tidak dianggap “tim”. Biar konten politik mereka terlihat organik.

Sari tahu game-nya. Dia tahu fee 5 juta itu murah untuk yang diminta. Tapi 5 juta cukup untuk uang muka kos baru di Cipete. Kos lamanya naik 800 ribu sebulan — pemilik bilang biaya operasional. Sari tidak bisa nego.


Hari Kamis, Sari ke kafe di Cipete — bukan untuk meeting, untuk shooting Reels. Dia memilih spot dengan lighting bagus, kursi rotan, dinding bata merah.

Dia mengeset HP-nya di tripod kecil. Dia menulis script di Notes:

“Gais, jujur ya, gw tuh dulu gak peduli politik. Cuek aja. Tapi belakangan gw mikir — kita generasi muda itu yang nentuin masa depan kita sendiri kan? Kita gak bisa cuma diam. Yuk kita bareng-bareng pilih yang peduli sama pemuda, peduli sama masa depan kita.”

Tiga keyword check: pemuda, masa depan, bersama. Tidak nyebut lawan. Tone santai. Format Reels 60 detik.

Sari record. Empat take. Take ke-3 yang dia pakai.


Dia edit di CapCut di kos. Transisi cepat, caption auto-generate, musik background instrumental upbeat. 56 detik final.

Dia upload pukul setengah delapan malam — prime time untuk Reels.

Caption: Kita generasi yang punya suara. Yuk pakai dengan bijak.

Tidak ada hashtag politik. Tidak ada tag akun tim kampanye. Itu memang permintaan brief — supaya terlihat organik.


Dalam 30 menit, Reels mendapat 2.400 views. 180 likes. 47 komentar.

Sari membuka kolom komentar.

Komentar 1: Sari di-endorse capres B ya? Gak biasanya bahas politik.

Komentar 2: Bilang aja paid promote, jangan pura-pura organik.

Komentar 3: Kakak gw fans Sari, sekarang gw kasih tau biar unfollow.

Komentar 4: Mantap kak! Setuju pilih yg peduli pemuda!

Sari menutup IG. Dia menatap langit-langit kos. Lima menit.

Dia membuka IG lagi. Dia masuk ke settings Reels. Dia mematikan kolom komentar.


Pukul sepuluh malam, dia membuka rekening BCA-nya. Transferan dari PT (yang dia tidak kenal namanya — perusahaan agency yang ditunjuk tim kampanye) sudah masuk: Rp 2.500.000. Sisanya minggu depan setelah konten verified.

Sari menatap saldo. Dia kalkulasi: dengan ini, uang muka kos baru Cipete bisa dibayar Senin depan. Sisa 800 ribu untuk biaya pindahan.

Dia menutup aplikasi BCA. Dia membuka WhatsApp. Dia mengirim ke pemilik kos baru:

Pak, saya siap pindahan Senin. Uang muka sudah ready.

Pemilik kos membalas dalam dua menit: Oke Mbak. Sampai jumpa Senin.

Sari menutup HP. Dia membuka kulkas. Botol Aqua dingin. Dia minum tiga teguk.

Lalu dia matikan lampu kamar. Dia tidur.


— Cipete, 15 Juni 2026

Ditulis oleh Bagus Pramudita

← Semua cerpen Genre Politik →