Genre
Romansa
Bukan cinta yang mendayu — lebih ke perasaan yang tertunda, atau tertahan oleh macet, jarak, atau pekerjaan.
11 cerpen
Reuni Pernikahan Tetangga
Bu Sumi datang ke resepsi anaknya Pak Yanto di gedung serbaguna Kebayoran. Dia tidak menyangka mantan suaminya juga diundang. Dia salaman lebih lama tiga detik dari semestinya.
Cinta Pertama di SMA Negeri
Pak Heru, 58 tahun, antar anaknya ke SMAN 6 Pondok Indah. Di parkiran, dia melihat seorang ibu yang dia kenal dari 1985.
Kawin Beda Kelas
Riko mengantarkan Lintang ke rumah orang tuanya di Menteng. Pagar setinggi tiga meter. Riko membawa lamaran. Ayah Lintang menanyakan plat mobil.
Pacar Diam Setelah Lebaran
Selama Lebaran, Dimas dan Salsa beda kota. Pulang ke Jakarta, mereka ketemu di Indomaret Cengkareng. Salsa cuma bilang "hai." Lalu beli pulpen.
Pesan WA Yang Tidak Terkirim
Rara mengetik pesan untuk Galang sejak pukul sebelas malam. Tiga draf. Semua dihapus. Yang keempat dia kirim ke nomor yang sudah diblokir tujuh bulan lalu.
Pertemuan Kedua di Sarinah
Dimas dan Sherly bertemu kedua kalinya di Sarinah, enam bulan setelah pertemuan pertama di pesta kantor teman. Dimas datang lima belas menit lebih awal. Sherly datang tepat waktu.
Pacar Pindah ke Bali
Karin memberitahu Reza di kafe Cipete pukul tujuh malam: dia diterima kerja di Bali, mulai bulan depan. Reza menghabiskan kopinya. Dia tidak menanyakan apa-apa.
Halte Manggarai, Sore
Kami pacaran dua tahun di Manggarai. Sekarang dia tinggal di Bogor, saya di Bekasi, dan kami janjian tiap Jumat di peron yang sama.
Roti Bakar Pukul 11 Malam
Saya datang ke gerobak roti bakar Mas Iwan setiap malam selama enam bulan. Saya tidak tahu kapan saya jatuh cinta — mungkin di malam ke-empat puluh dua.
Sate Sabang, Pukul Sebelas Malam
Kami janjian di Sabang setiap Jumat malam selama tiga tahun. Sampai Jumat dia tidak datang, dan tidak pernah datang lagi.
Kafe yang Sudah Tutup Tahun Lalu
Mereka janjian di kafe Kemang yang sudah tutup setahun lalu. Dia tetap datang. Begitu juga si mantan.